Jasa Banak Garansi

“Jasa Bank Garansi ” Jaminan yang diterbitkan oleh Bank, yang membantu memudahkan usaha anda berupa jaminan atas pemenuhan kewajiban sesuai kontrak atau bentuk kewajiban jaminan lainya.

Jenis Bank Garansi

Kapan Bank Garansi Diperlukan?

Surety bond atau bank garansi ada disetiap kontrak perjanjian konstruksi atau pengadaan barang/jasa yang diadakan melalui peroses tender/lelang. Setiap kontraktor yang berpartisipasi didalam tender atau yang memenangkan jaminan selalu diminta untuk menyediakan jaminan. Dengan kata lain, surety bond atau jaminan bank garansi wajib ada di dalam perjanjian kerja.

Ada 2 alternatif jenis jaminan yang diminta, yaitu:

  • Bank Garansi yang diterbitkan oleh bank.
  • Jaminan Surety Bond yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi. Pihak pemberi kerja hanya menerima salah satunya saja/surety bond atau bank garansi. Jika boleh memilih, Kontraktor pasti akan tertarik dengan jaminan surety bond karena perosesnya lebih sederhana dan biayanya lebih rendah.

Proses Penerbitan

  1. Agen menerima permohonan penerbitan asuransi. Informasi atau data penutupan yang diperoleh dari calon tertanggung adalah :
  • Data tertanggung, data proyek pertanggungan, luas jaminan yang diinginkan
  • Surat Permintaan Penutupan Asuransi (SPPA) / Slip penutupan.
  • Berdasarkan informasi yang diperoleh, Agen memberikan data penutupan ke bagian teknik untuk diteliti.
  • Bagian teknik memeriksa ulang acceptance untuk menyetujui permohonan penutupan asuransi.

Kontra Bank Garansi

Adalah jaminan/garansi yang diterbitkan oleh bank tapi dana yang dijaminkan milik perusahaan asuransi, bukan dana milik perusahaan. Jikapun ada dana milik perusahaan, jumlahnya hanya sedikit sebesar 20% saja, sisanya dana perusahaan asuransi. Dengan cara ini, cash flow perusahaan lebih ringan. Misalnya perusahaan memenangkan proyek sebesar Rp.100M, Untuk itu perusahaan diminta untuk menyediakan jaminan pelaksanaan sebesar 5% atau Rp.5M sebelum memulai pekerjaan. Jika menggunakan jasa bank 100%, bank akan meminta dana yang Rp.5M, dana itu ditahan oleh bank dan tidak bisa diambil sampai masa jaminan selesai. Selain itu perusahaan dikenakan biaya bank dan provisi dengan kontra bank garansi, jaminan tetap dikeluarkan oleh bank akan tetapi dana yang ditahan oleh bank adalah dana milik perusahaan asuransi. Untuk itu perusahaan cukup membayar biaya premi asuransi, biaya adm dan provisi bank yang jumlah relative kecil. Inilah yang dimaksud dengan OPM (Other People’s Money).

Persyaratan

  • Umum
  1. Profil Perusahaan principal
  2. Copy Akta Pendirian Perusahaan, berikut surat pengesahan dari Menteri Hukum & HAM Republik Indonesia
  3. Copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  4. Copy Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  5. Copy Surat Izin Usaha Jas Konstruksi (SIJUK) untuk bidang jasa konstruksi atau konsultasi
  6. Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  7. Copy Surat Keterangan Pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP)
  8. Copy Tanda Daftar Rekanan (TDR)
  9. Copy Surat Keterangan Domisili Perusahaan
  10. Copy Tanda Keanggotaan dari Asosiasi Profesi
  11. Laporan Keuangan 2 (dua) tahun terakhir
  12. Daftar pengalaman kerja
  • Khusus
  1. Untuk Jaminan Penawaran berupa Surat Undangan atau Pengumuman Lelang
  2. Untuk Jaminan Pelaksanaan berupa Surat Penunjukan Pemenang, Surat Perintah Kerja atau Kontrak.
  3. Untuk Jaminan Uang Muka berupa Surat Perjanjian atau Kontrak.
  4. Untuk Jaminan Pemeliharaan berupa Progress Report atau Berita Acara Serah Terima Pertama.

Analisa

Character

  • Usia Perusahaan
  • Reputasi / nama baik perusahaan
  • Pemilik dan manajemennya
  • Bentuk perusahaannya
  • Falsafah perusahaan

Capital

  • Neraca keuangan minimal 2 (dua) tahun terakhir
  • Laporan laba/rugi minimal 2 (dua) tahun terakhir
  • Kesehatan keuangan perusahaan

Collateral

  • Indemnity agreement
  • Surat pernyataan kesediaan membayar klaim
  • Cek/giro atau aset
  1. GM teknik / manajer teknik kantor pusat melakukan review
  2. Jika acceptance form ditolak oleh manajer teknik maka diperlukan tambahan kelengkapan data, manajer teknik akan memberikan catatan dan paraf.
  3. Jika acceptance form diterima oleh manager teknik, maka manajer teknik akan menyetujui acceptance form dan mendistribusikannya ke bagian teknik untuk selanjutnya diterbitkan.
  4. Polis diterbitkan oleh bagian teknik selanjutnya diserahkan ke bagian marketing.
  5. Marketing menyerahkan polis berikut nota tagihan ke tertanggung disertai surat pengantar.

Capacity

  • Pekerjaan yang pernah diselesaikan
  • Pekerjaan yang sedang diselesaikan
  • Kepemilikan alat produksi
  • Kepemilikan tenaga ahli
  • Pengalaman kegagalan penyelesaian pekerjaan

Condition

  • Bond wording
  • Dokumen dasar penerbitan