“Surety Bond” Jaminan yang diterbitkan oleh Asuransi, yang membantu memudahkan usaha anda berupa jaminan atas pemenuhan kewajiban sesuai kontrak atau bentuk kewajiban jaminan lainya

Jenis Yang Diterbitkan Surety Bond Adalah :

  • Bid Bond ( Jaminan Penawaran )

  • Performance Bond ( Jaminan Pelaksanaan )

  • Advance Payment Bond ( Jaminan Uang Muka )

  • Payment Bond ( Jaminan Pembayaran )

  • Maintenance Bond ( Jaminan Pemeliharaan )

 

Definisi Surety Bond

Surety Bond merupakan perjanjian antara Surety Company (Penjamin) dengan Principal (Kontraktor / Pelaksana Pekerjaan) yang mana Surety Company akan menjamin Principal (Kontraktor / Pelaksana Pekerjaan) atas pekerjaan / tanggung jawab yang diberikan Obligee (Pemilik Proyek) kepada Principal (Kontraktor / Pelaksana Pekerjaan).

Dalam hal ini, bila terjadi wanprestasi, maka Surety Company (Penjamin) akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan kewajiban / tanggung jawab Principal (Kontraktor / Pelaksana Pekerjaan) kepada Obligee (Pemilik Proyek).

Berikutnya, setelah Surety Company (Penjamin) menggantikan tanggung jawab Principal (Kontraktor / Pelaksana Pekerjaan), Surety Company (Penjamin) berhak melakukan tuntutan talangan / ganti rugi / denda dan tanggung jawab lainnya kepada Principal (Kontraktor / Pelaksana Pekerjaan).

Dasar Penutupan Surety Bond

Bisnis Surety Bond di Indonesia baru mulai diperkenalkan sejak tahun 1980 atas kebijakan pemerintah dengan tujuan membantu pengusaha ekonomi lemah untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya dalam proyek yang didanai oleh APBN/D dan bantuan luar negeri.  Dalam pelaksanaannya, pemerintah menetapkan pemberian ijin kepada Lembaga Keuangan Non Bank untuk mennerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond sebagai alternatif pengganti Bank Garansi yang diterbitkan oleh Bank.

Pemerintah telah mengeluarkan keputusan / regulasi sehubungan dengan pelaksanaan penerbitan Surety Bond tersebut.  Beberapa keputusan pemerintah yang kemudian menjadi dasar penerbitan Surety Bond oleh perusahaan asuransi adalah :

  1. Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 1994 tentang Petunjuk Pelaksanaan APBN, yang didalamnya memuat pasal – pasal yang mengatur tentang diperbolehkannya Perusahaan Asuransi Kerugian yang memiliki Program Surety Bond untuk menerbitkan Jaminan Proyek.
  2. Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan Nomor : KEP-166/MK.3/1994 dan Ketua Bappenas/Meneg PPN Nomor : KEP-27/KET/8/1994, tentang petunjuk pelaksanaan Keppres No. 16 Tahun 1994, yang secara khusus mempertegas diperbolehkannya Perusahaan Asuransi menerbitkan Surety Bond.

Jenis – Jenis Surety Bond

  • Jaminan Penawaran (Bid Bond)

Jaminan yang diterbitkan oleh Surety Company untuk menjamin Obligee bahwa Principal pemegang Bid Bond telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh Obligee untuk mengikuti pelelangan tersebut dan apabila Principal memenangkan pelelangan maka akan sanggup menutup Kontrak Pelaksanaan Pekerjaan dengan Obligee. Apabila tidak maka Surety Company akan membayar kerugian kepada Obligee sebesar selisih antara penawaran Principal yang terendah dengan Principal terendah berikutnya maksimum sebesar nilai jaminan.

Besarnya nilai jaminan adalah persentase tertentu dari nilai penawaran Principal (nilai jaminan tidak mencerminkan nilai proyek itu sendiri), nilai jaminan tersebut Penal Sum yang merupakan nilai maksimum dalam Bid Bond dan berkisar antara 1% sampai dengan 3% dari nilai penawaran proyek (sesuai dengan Keppres RI No. 80 Tahun 2003).

Jaminan penawaran hanya berlaku pada saat pelelangan dan apabila Principal yang dinyatakan oleh Obligee sebagai pemenang telah mendapatkan jaminan pelaksanaan.

Fungsi Jaminan Penawaran

Fungsi jaminan penawaran antara lain :

  1. Sebagai syarat dalam pelelangan suatu proyek dengan tujuan agar peserta tender bersungguh-sungguh untuk mendapatkan proyek yang ditenderkan.
  2. Kontraktor sebagai pemenang tender dapat dijamin oleh Surety Company bila dikenakan sanksi karena mengundurkan diri.

Isi Jaminan Penawaran

Adapun isi dari jaminan penawaran adalah sebagai berikut :

  1. Janji bahwa Surety Company dan Principal akan memberikan ganti rugi kepada Obligee bila Principal tidak memenuhi kewajibannya untuk melanjutkan kontrak yang diperoleh melalui tender.
  2. Bila Obligee telah menerima baik penawaran dan jaminan yang diberikan oleh Principal dan telah memenuhi syarat-syarat dalam dokumen penawaran yang dilanjutkan dengan penanda tanganan kontrak dengan Obligee, maka jaminan penawaran berakhir secara otomatis.
  3. Bila Principal tidak melanjutkan penanda tanganan kontrak atau mengundurkan diri (wanprestasi), maka jaminan penawaran dapat dicairkan oleh
  4. Besarnya kerugian yang menjadi tanggung jawab Surety Company adalah selisih antara jumlah harga penawaran pemenang I dan II, maksimum sebesar nilai jaminan.
  5. Jangka waktu atau masa berlakunya jaminan penawaran.
  6. Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond)
  • Jaminan Pelaksanaan

Jaminan ini berlaku di Indonesia sesuai dengan Keppres RI No. 80 tahun 2003 dimana karena sifat jaminan ini Conditional maka kerugian tersebut diperhitungkan dengan ;

  • Melibatkan pihak lain untuk meneruskan pekerjaan yang belum selesai.
  • Menghitung perkiraan biaya untuk meneruskan pekerjaan tersebut sampai selesai.

Besarnya nilai jaminan (Penal Sum) jaminan pelaksanaan adalah persentase tertentu dari nilai kontrak proyek itu sendiri yaitu 5% sampai dengan 10% dari nilai proyek.

Apabila pada saat berakhirnya kontrak ternyata masih ada kewajiban yang belum dipenuhi oleh Principal maka jaminan pelaksanaan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan antara Obligee dan Principal yang dituangkan dalam addendum kontrak.

Fungsi Jaminan Pelaksanaan

Fungsi jaminan pelaksanaan antara lain :

  1. Sebagai syarat dalam penanda tanganan kontrak kerja bagi pemenang tender.
  2. Jika Principal tidak melaksanakan kewajibannya sesuai kontrak, maka Surety Company akan memberikan ganti rugi kepada Obligee dengan mencairkan jaminan pelaksanaan.

Isi Jaminan Pelaksanaan

Adapun isi dari jaminan pelaksanaan adalah sebagai berikut :

  1. Janji Surey Company dan Principal untuk memberikan ganti rugi kepada Obligee bila Principal tidak memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang diatur dalam kontrak yang telah ditanda tangani.
  2. Kontrak kerja proyek merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari jaminan pelaksanaan.
  3. Jika Principal telah melaksanakan kewajibannya dengan baik sesuai kontrak, maka jaminan pelaksanaan berakhir secara otomatis.
  4. Jika pada saat berakhirnya kontrak ternyata masih ada kewajiban yang belum dipenuhi oleh Principal, maka jaminan pelaksanaan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan antara Obligee dengan Principal yang dituangkan dalam addendum kontrak.
  5. Jika Principal lalai memenuhi ketentuan yang telah disepakati, maka Surety Company akan membayar seluruh kerugian Obligee, maksimum sebesar nilai jaminan.
  6. Pengajuan ganti rugi oleh Obligee kepada Surety Company ditentukan dalam jangka waktu tertentu setelah berakhirnya masa berlaku jaminan pelaksanaan.
  • Jaminan Pembayaran Uang Muka (Advance Payment Bond)

Jaminan pembayaran uang muka adalah jaminan yang diterbitkan oleh Surety Company untuk menjamin Obligee bahwa Principal akan sanggup mengembalikan uang muka yang telah diterimanya dari Obligee sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diperjanjikan dalam kontrak, dengan maksud untuk memperlancar pembiayaan proyek.

Apabila Principal gagal melaksanakan pekerjaannya sehingga uang muka tidak dapat dikembalima, maka Surety Company akan mengembalika uang muka kepada Obligee minimal sebesar sisa uang muka yang belum dikembalikan (jumlah uang muka yang diterima Principal dikurangi dengan cicilan/tahapan pembayaran prestasi) maksimum sebesar nilai jaminan.

Fungsi Jaminan Pembayaran Uang Muka

  1. Sebagai syarat bila Principal mengambil uang muka untuk tujuan memperlancar pembiayaan proyek yang dikerjakan.
  2. Jika Principal gagal melaksanakan pekerjaan sehingga tidak dapat mengembalikan uang muka yang telah diterimanya, maka Surety Company akan membayar kepada Obligee sebesar sisa uang muka yang belum dilunasinya.

Isi Jaminan Pembayaran Uang Muka

  1. Janji Surety Company dan Principal untuk mengembalikan uang muka yang teleh diterima
  2. Jika Principal telah melakukan pengembalian uang muka kepada Obligee, maka Jaminan Pembayaran Uang Muka otomatis berakhir
  3. Pada saat jatuh  tempo pembayaran uang muka belum dilunasi, maka Jaminan Pembayaran Uang Muka dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan Obligee dan
  4. Jika Principal lalai tidak mengembalikan uang muka, maka Surety Company akan mengganti jumlah uang tersebut, maksimum sebesar nilai jaminan yang tercantum dengan diperhitungkan tingkat prestasi kerja yang telah dicapai oleh
  5. Pengajuan ganti rugi atas jaminan kepada Surety Company diajukan dalam jangka waktu tertentu seletah berakhirnya Jaminan Pembayaran Uang Muka.
  6. Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond)
  • Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond)

Jaminan yang diterbitkan oleh Surety Company untuk menjamin Obligee bahwa Principal akan sanggup untuk memperbaiki kerusakan – kerusakan pekerjaan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai dengan yang diperjanjikan dalam kontrak.

Apabila Principal gagal memperbaiki kerusakan – kerusakan atau kekurangan maka Surety Company akan mengganti biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan maksimum sebesar nilai jaminan.

Besarnya nilai jaminan adalah persentase tertentu dari nilai kontrak proyek itu sendiri sebesar 5% dimana pada saat Principal  telah menyelesaikan 100% atas proyeknya dan teleh diterbitkan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan I.

Apabila setelah jangka waktu masa pemeliharaan sudah berakhir dan Principal  tidak memenuhi kewajibannya maka Jaminan Pemeliharaan ini akan tetap berlaku sampai pada batas waktu yang ditetapkan oleh Obligee dan Principal.

Fungsi Jaminan Pemeliharaan

  1. Sebagai pengganti dari sejumlah uang retensi sebesar 5% dari nilai proyek yang ditahan oleh
  2. Jika Principal gagal memperbaiki kerusakan atau kekurangan setelah proyek selesai dikerjakan, maka Surety Company akan mengganti biaya perbaikan tersebut, maksimal sebesar nilai jaminan

Isi Jaminan Pemeliharaan

  1. Surety Company berjanji untuk memberikan ganti rugi kepada Obligee apabila Principal gagal atau tidak memenuhi kewajibannya untuk memperbaiki kerusakan atau kekurangan yang mungkin timbul selama masa pemeliharaan, sesuai dengan Jaminan Pemeliharaan yang dibuat Surety Company kepada
  2. Jika Principal mengganti atau memperbaiki seluruh kerusakan atau kekurangan yang timbul pada proyek selama masa pemeliharaan, maka Jaminan Pemeliharaan akan berrakhir.
  3. Jika jangka waktu pemeliharaan telah berakhir dan Principal tidak memenuhi kewajibannya, maka Jaminan pemeliharaan tetap berlaku sampai batas waktu yang telah ditetapkan oleh Obligee dan
  4. Pengajuan ganti rugi kepada Surety berdasarkan Jaminan dilakukan dalam jangka waktu tertentu setelah berakhirnya Jaminan Pemeliharaan.

Prosedur Penerbitan Surety Bond

Dalam proses penerbitan surety bond. Principal mengajukan permohonan penerbitan surety bond dengan melengkapi dokumen-dokumen standar yang diperlukan. Selanjutnya Agen akan melakukan verifikasi dan analisa data. Selanjutnya berdasarkan verifikasi tersebut akan dilakukan analisis 5C (Character, Capacity, Capital, Condition & Collateral).

Berikut ini standard operations and procedure dalam proses penerbitan surety bond.

  • Persyaratan umum
  1. Profil Perusahaan principal
  2. Copy Akta Pendirian Perusahaan, berikut surat pengesahan dari Menteri Hukum & HAM Republik Indonesia
  3. Copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  4. Copy Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  5. Copy Surat Izin Usaha Jas Konstruksi (SIJUK) untuk bidang jasa konstruksi atau konsultasi
  6. Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  7. Copy Surat Keterangan Pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP)
  8. Copy Tanda Daftar Rekanan (TDR)
  9. Copy Surat Keterangan Domisili Perusahaan
  10. Copy Tanda Keanggotaan dari Asosiasi Profesi
  11. Laporan Keuangan 2 (dua) tahun terakhir
  12. Daftar pengalaman kerja
  • Persyaratan khusus
  1. Untuk Jaminan Penawaran berupa Surat Undangan atau Pengumuman Lelang
  2. Untuk Jaminan Pelaksanaan berupa Surat Penunjukan Pemenang, Surat Perintah Kerja atau Kontrak.
  3. Untuk Jaminan Uang Muka berupa Surat Perjanjian atau Kontrak.
  4. Untuk Jaminan Pemeliharaan berupa Progress Report atau Berita Acara Serah Terima Pertama.
  • Data yang dicantumkan dalam sertifikat polis
  1. Jenis jaminan
  2. Nomor jaminan
  3. Nama principal
  4. Alamat principal
  5. Nama obligee
  6. Alamat obligee
  7. Nilai jaminan
  8. Nilai kontrak (khusus jaminan uang muka)
  9. Nomor dan tanggal dokumen pendukung (dokumen pengadaan / SPK / Kontrak
  10. Nama proyek
  11. Jangka waktu jaminan
  12. Biaya penjaminan
  • Proses Penerbitan surety bond
  1. Agen menerima permohonan penerbitan asuransi. Informasi atau data penutupan yang diperoleh dari calon tertanggung adalah :
  • Data tertanggung, data proyek pertanggungan, luas jaminan yang diinginkan
  • Surat Permintaan Penutupan Asuransi (SPPA) / Slip penutupan
  1. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Agen memberikan data penutupan ke bagian teknik untuk diteliti.
  2. Bagian teknik memeriksa ulang acceptance untuk menyetujui permohonan penutupan asuransi.

berdasarkan analisa 5 (lima) C antara lain :

Character

  • Usia Perusahaan
  • Reputasi / nama baik perusahaan
  • Pemilik dan manajemennya
  • Bentuk perusahaannya
  • Falsafah perusahaan

Capacity

  • Pekerjaan yang pernah diselesaikan
  • Pekerjaan yang sedang diselesaikan
  • Kepemilikan alat produksi
  • Kepemilikan tenaga ahli
  • Pengalaman kegagalan penyelesaian pekerjaan

Capital

  • Neraca keuangan minimal 2 (dua) tahun terakhir
  • Laporan laba/rugi minimal 2 (dua) tahun terakhir
  • Kesehatan keuangan perusahaan

Condition

  • Bond wording
  • Dokumen dasar penerbitan

Collateral

  • Indemnity agreement
  • Surat pernyataan kesediaan membayar klaim
  • Cek/giro atau aset
  1. GM teknik / manajer teknik kantor pusat melakukan review
  2. Jika acceptance form ditolak oleh manajer teknik maka diperlukan tambahan kelengkapan data, manajer teknik akan memberikan catatan dan paraf.
  3. Jika acceptance form diterima oleh manager teknik, maka manajer teknik akan menyetujui acceptance form dan mendistribusikannya ke bagian teknik untuk selanjutnya diterbitkan.
  4. Polis diterbitkan oleh bagian teknik selanjutnya diserahkan ke bagian marketing.
  5. Marketing menyerahkan polis berikut nota tagihan ke tertanggung disertai surat pengantar.

sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Surety_bond