“Jasa Bank Garansi ” Jaminan yang diterbitkan oleh Bank, yang membantu memudahkan usaha anda berupa jaminan atas pemenuhan kewajiban sesuai kontrak atau bentuk kewajiban jaminan lainya.

Jenis Yang Diterbitkan Kontra Bank Garansi Adalah :

  • Bid Bond ( Jaminan Penawaran )

  • Performance Bond ( Jaminan Pelaksanaan )

  • Advance Payment Bond ( Jaminan Uang Muka )

  • Payment Bond ( Jaminan Pembayaran )

  • Maintenance Bond ( Jaminan Pemeliharaan )

Pada dasarnya bank garansi sama dengan surety bond, yang membedakan adalah pihak penerbit saja.  Jika surety bond diterbitkan oleh perusahaan asuransi, sedangkan bank garansi diterbitkan oleh Bank.

Kapan Surety Bond atau Bank Garansi Diperlukan?

Surety bond atau bank garansi ada disetiap kontrak perjanjian konstruksi atau pengadaan barang/jasa yang diadakan melalui peroses tender/lelang. Setiap kontraktor yang berpartisipasi didalam tender atau yang memenangkan jaminan selalu diminta untuk menyediakan jaminan. Dengan kata lain, surety bond atau jaminan bank garansi wajib ada di dalam perjanjian kerja.

Ada 2 alternatif jenis jaminan yang diminta, yaitu:

  • Bank Garansi yang diterbitkan oleh bank.
  • Jaminan Surety Bond yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi. Pihak pemberi kerja hanya menerima salah satunya saja/surety bond atau bank garansi. Jika boleh memilih, Kontraktor pasti akan tertarik dengan jaminan surety bond karena perosesnya lebih sederhana dan biayanya lebih rendah.

Apa Itu Kontra Bank Garansi ?

Adalah jaminan/garansi yang diterbitkan oleh bank tapi dana yang dijaminkan milik perusahaan asuransi, bukan dana milik perusahaan. Jikapun ada dana milik perusahaan, jumlahnya hanya sedikit sebesar 20% saja, sisanya dana perusahaan asuransi. Dengan cara ini, cash flow perusahaan lebih ringan. Misalnya perusahaan memenangkan proyek sebesar Rp.100M, Untuk itu perusahaan diminta untuk menyediakan jaminan pelaksanaan sebesar 5% atau Rp.5M sebelum memulai pekerjaan. Jika menggunakan jasa bank 100%, bank akan meminta dana yang Rp.5M, dana itu ditahan oleh bank dan tidak bisa diambil sampai masa jaminan selesai. Selain itu perusahaan dikenakan biaya bank dan provisi dengan kontra bank garansi, jaminan tetap dikeluarkan oleh bank akan tetapi dana yang ditahan oleh bank adalah dana milik perusahaan asuransi. Untuk itu perusahaan cukup membayar biaya premi asuransi, biaya adm dan provisi bank yang jumlah relative kecil. Inilah yang dimaksud dengan OPM (Other People’s Money).