Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond)

Jaminan yang diterbitkan oleh Surety Company untuk menjamin Obligee bahwa Principal akan sanggup untuk memperbaiki kerusakan – kerusakan pekerjaan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai dengan yang diperjanjikan dalam kontrak.

Apabila Principal gagal memperbaiki kerusakan – kerusakan atau kekurangan maka Surety Company akan mengganti biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan maksimum sebesar nilai jaminan.

Besarnya nilai jaminan adalah persentase tertentu dari nilai kontrak proyek itu sendiri sebesar 5% dimana pada saat Principal  telah menyelesaikan 100% atas proyeknya dan teleh diterbitkan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan I.

Apabila setelah jangka waktu masa pemeliharaan sudah berakhir dan Principal  tidak memenuhi kewajibannya maka Jaminan Pemeliharaan ini akan tetap berlaku sampai pada batas waktu yang ditetapkan oleh Obligee dan Principal.

Fungsi Jaminan Pemeliharaan antara lain:

  1. Sebagai pengganti dari sejumlah uang retensi sebesar 5% dari nilai proyek yang ditahan oleh
  2. Jika Principal gagal memperbaiki kerusakan atau kekurangan setelah proyek selesai dikerjakan, maka Surety Company akan mengganti biaya perbaikan tersebut, maksimal sebesar nilai jaminan

Adapun Isi dari Jaminan Pemeliharaan adalah sebagai berikut:

  1. Surety Company berjanji untuk memberikan ganti rugi kepada Obligee apabila Principal gagal atau tidak memenuhi kewajibannya untuk memperbaiki kerusakan atau kekurangan yang mungkin timbul selama masa pemeliharaan, sesuai dengan Jaminan Pemeliharaan yang dibuat Surety Company kepada
  2. Jika Principal mengganti atau memperbaiki seluruh kerusakan atau kekurangan yang timbul pada proyek selama masa pemeliharaan, maka Jaminan Pemeliharaan akan berrakhir.
  3. Jika jangka waktu pemeliharaan telah berakhir dan Principal tidak memenuhi kewajibannya, maka Jaminan pemeliharaan tetap berlaku sampai batas waktu yang telah ditetapkan oleh Obligee dan
  4. Pengajuan ganti rugi kepada Surety berdasarkan Jaminan dilakukan dalam jangka waktu tertentu setelah berakhirnya Jaminan Pemeliharaan.

Pada dasarnya bank garansi sama dengan surety bond, yang membedakan adalah pihak penerbit saja.  Jika surety bond diterbitkan oleh perusahaan asuransi, sedangkan bank garansi diterbitkan oleh Bank.