Asuransi Konstruksi Adalah suatu asuransi atau pertanggungan yang memberikan jaminan atau proteksi atas kegagalan suatu proyek pembangunan atau konstruksi, Tehnik Sipil baik itu Tehnik Sipil basah maupun Tehnik Sipil Kering, sebagai akibat dari seluruh risiko kecuali yang dikecuali-kan dalam pengecualian polis.

Tehnik Sipil Basah : Pembangunan Jalan-jalan, Jembatan, Dermaga,  Mercusuar, Dam, dll.

Tehnik Sipil Kering: Pembangunan Perumahan, Perkantoran, Pertokoan,  Rumah sakit dll.

PIHAK-PIHAK YANG DAPAT MENJADI TERTANGGUNG.

Pihak-pihak yang dapat menjadi Tertanggung dalam Asuransi Konstruksi (Contractor All Risk) ini adalah pihak-pihak yang mempunyai kepentingan atas proyek pembangunan tersebut, antara lain :

  1. PEMILIK ( PRINCIPAL / EMPLOYER).

adalah seseorang atau Badan Hukum yang memiliki proyek pembangunan yang dikerjakan oleh para Kontraktor dan Sub-kontraktor tersebut. Ia merupakan majikan dari Kontraktor, maka sering disebut MAIN CONTRACTOR.

Pemilik ini dapat dijadikan Tertanggung karena mungkin saja selama masa pembangunan tersebut, semua tanggung jawab menjadi tanggung jawab pemilik bangunan, atau secara bersama-sama dengan Kontraktor.

  1. ARSITEK / KONSULTAN.

adalah seseorang atau Badan Hukum yang memiliki keahlian dalam merencana-kan suatu proyek pembangunan yang akan dikerjakan atau penasehat ahli yang membuat kontrak dengan Pemilik mengenai perencanaan, konsultasi dan pengawasan proyek pembangunan tersebut.

Arsitek/Konsultant ini dapat menjadi Tertanggung apabila ia mempunyai kepentingan dalam proyek pembangunan tersebut, misalnya ia harus bertang-gung jawab apabila terjadi kerusakan/kerugian dalam pelaksanaan proyek pembangunan tersebut (apabila penyebab kerugian tersebut akibat kelalaian/ kealpaan yang dilakukan olehnya).

  1. KONTRAKTOR.

adalah seseorang atau Badan Hukum yang melaksanakan proyek pembangunan tersebut. Hal ini dikarenakan adanya tanggung jawab dari Kontraktor tersebut dengan Pemilik bangunan, dalam hal :

-. Terjadi kerusakan/kerugian dalam pelaksanaan proyek pembangunan tersebut.

-.   Keterlambatan penyelesaian pembangunan

-.   Penggunaan bahan bangunan yang kurang baik

-.   Pengerjaan yang tidak sempurna dll.

sehubungan dengan hal tersebut, maka pihak kontraktor dapat mengalihkan sebagian dari risiko tersebut kepada Perusahaan Asuransi.

  1. SUB KONTRAKTOR.

adalah seseorang atau Badan Hukum yang mempunyai perjanjian ikatan kerja dengan Kontraktor untuk mengerjakan sebagian dari proyek pembangunan yang ia tangani.  Badan ini disebut juga Kontraktor Pembantu, ini dapat terdiri dari bermacam-macam Sub-kontraktor, seperti Sub-kontractor Listrik, Air, Gas, dll.

Sub-kontraktor ini dapat menjadi Tertanggung dikarenakan ia mempunyai kepentingan atas pekerjaan yang ia kerjakan, dimana ia harus bertanggung jawab seandainya terjadi kerusakan/kegagalan atas pekerjaan tersebut.

  1. LEMBAGA KEUANGAN.

adalah Badan Hukum baik Pemerintah maupun Swasta, yang memberikan pendanaan keuangan kepada seorang debitor dalam proyek pembangunan yang akan dilakukan.

Hal ini terjadi apabila adanya keterlibatan Lembaga ini dalam pembangunan tersebut, maka pihak kreditor tersebut secara otomatis mempunyai insurable interest atas jaminan proyek pembangunan yang dikerjakan oleh para Kontraktor dan Sub-kontraktor tersebut.

Dalam polis C.A.R., yang menjadi Tertanggung dapat satu orang atau dapat pula seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan tersebut.

misal :  Nama Pemilik qq.  Arsitek/Konsultan qq. Kontraktor qq. Sub-kontraktor.

Asuransi Personal Accident Memberikan anda solusi atas jaminan terhadap risiko kematian, cacat tetap, dan biaya perawatan atau pengobatan yang disebabkan oleh kecelakaan

”Kecelakaan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan baik yang bersifat fisik maupun kimia dari luar secara tiba-tiba yang mengakibatkan luka atau cidera badan termasuk keracunan karena terhirup gas atau uap beracun, mati lemas atau tenggelam”

 

Pengertian asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara keuangan) yang di peruntukan dalam jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya untuk mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.

Asuransi berkaitan erat dengan Managemen Resiko, dimana Resiko yang mungkin timbul dan berpotensi menimbulkan kerugian, apalagi bila dalam jumlah yang signifikan dalam hal batas kapasitas keuangan suatu hal, baik manusia maupun asset yang dapat  berakibat fatal di kehidupan ini apabila tidak dikelola dengan baik.

Selain itu nilai kerugian yang tidak pasti bila terjadi suatu musibah, menjadi lebih pasti dengan mengeluarkan sejumlah dana tertentu (premi).

Dengan usaha pengelolaan resiko yang semakin baik, maka ada rasa lebih aman dan fokus sehingga bisa diarahkan ke hal-hal yang bersifat produktif lainnya.

Konsultan Asuransi,  Hadir untuk membantu memberikan Informasi Praktis seputar Asuransi Kesejahteraan untuk Karyawan /ti dalam suatu perusahaan kecil hingga besar sekalipun beserta Penjualan Produk-produk Terbaru (Up To Date) yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan anda dalam pengelolaan resiko masa kini.

Kami bekerja-sama dan didukung oleh perusahaan-perusahaan asuransi dengan kinerja baik serta pada kondisi perusahaan yang sehat.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Asuransi

SILAHKAN HUBUNGI KAMI, APABILA ANDA MAUPUN PERUSAHAAN ANDA MEMBUTUHKAN ASURANSI

 Telp. 021-30304111

Peran Konsultan Asuransi Dalam Bisnis – Institusi yang memutuskan untuk menggunakan asuransi dalam pengelolaan resiko, tentu akan lebih baik bila mendapatkan informasi yang “up to date”, obyektif dan akurat mengenai hal-hal penting yang berkaitan dengan pemilihan perusahan dan produk asuransi itu sendiri, agar mendapat jaminan perlindungan yang sesuai dengan situasi dan kondisi institusi yang bersangkutan. Pemilihan terhadap perusahaan dan produk asuransi tentu harus dilaksanakan dengan cermat, seperti pada saat membeli suatu barang atau jasa.

Read more